MODEL INTERAKSI NARAPIDANA KELAS II A PALANGKA RAYA
Article Sidebar
Articles
Article Matrics :Abstract views 2643 times
Total Downloaded 2866 times
This article can be traced in:
DOAJ GOOGLE SCHOLAR DIMENSIONS PORTAL GARUDA BASE INDONESIA ONESEARCH MORAREFMain Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya. (2) Ingin mengetahui Faktor-faktor terjadinya pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya
Metode penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu: cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Proses interaksi sosial antar warga binaan yang ada pada rutan kelas II A Palangka Raya disebabkan karena adanya kontak sosial baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan symbol-simbol bahasa, dan tanda-tanda akibat dari interaksionis simbolik. Kesempatan kontak individu tercipta dalam suasana rutinitas sesuai dengan program pembinaan warga binaan yaitu bidang pertanian, pendidikan dan agama serta kesempatan meningkatkan keterampilan berupa pencucian kendaraan bermotor. 2) Pola interaksi asosiatif yang dilakukan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.A terjadi pada : a) melalui kerjasama relative dapat terlaksana dengan baik dengan adanya saling pengertian dalam kebersihan ruang tahanan. b) Dalam interaksi asosiatif berupa Akomodasi, sudah ada mekanisme dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan aturan dan sangsi, ketaatan terhadap aturan menghasilkan reward berupa remisi sedangkan pelanggaran terhadapnya .berupa pengasingan dalam straff sel dan tidak diberikan remisi. Umumnya konflik terjadi karena berkurangnya kepercayaan karena keterlambatan membayar hutang sehingga terjadi disharmoni antar warga binaan. c) Untuk interaksi Asosiatif asimilasi , ditandai dengan terjadinya penerimaan budaya mengenai bahasa yang digunakan bagi kelompok minoritas mengikuti kelompok mayoritas. d) Disisi lain nya perilaku laten dalam penggunaan alat komunikasi handphone untuk mengakses pesan dari luar dapat berdampak kepada terjadinya penyimpangan norma yang telah digariskan oleh pihak Lapas.
Article Details
Most read articles by the same author(s)
- Wijoko Lestariono, Chairunnisa Chairunnisa, UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PEREDARAN NARKOBA PADA KALANGAN PELAJAR (STUDI KASUS PADA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN , JURNAL SOCIOPOLITICO: Vol 1 No 2 (2019): JURNAL SOCIOPOLITICO
- Wijoko Lestariono, Hendro Hendro, PERAN KEPALA DESA SEBAGAI OPINION LEADER DI DESA BUKIT HARAPAN , JURNAL SOCIOPOLITICO: Vol 2 No 1 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
- Fauzi Rahman, MODEL PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA PALANGKA RAYA , JURNAL SOCIOPOLITICO: Vol 2 No 1 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
- Fauzi Rahman, Wijoko Lestariono, KETERATURAN SOSIAL DALAM BENTUK GOTONG ROYONG MENGELOLA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN MENTENG KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA , JURNAL SOCIOPOLITICO: Vol 2 No 2 (2020): JURNAL SOCIOPOLITICO
- Wijoko Lestariono, Linda Susanti, TATA KELOLA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA , JURNAL SOCIOPOLITICO: Vol 3 No 2 (2021): JURNAL SOCIOPOLITICO