PERAN NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI TULUNGAGUNG PADA ERA DIGITAL
Article Sidebar
Articles
Article Matrics :Abstract views 1928 times
Total Downloaded 1196 times
This article can be traced in:
DOAJ GOOGLE SCHOLAR DIMENSIONS PORTAL GARUDA BASE INDONESIA ONESEARCH MORAREFMain Article Content
Abstract
Fenomena Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan isu penting di banyak wilayah, termasuk Tulungagung. Perpisahan jangka panjang dengan anggota keluarga yang bekerja di luar negeri menimbulkan berbagai tantangan, seperti kesulitan komunikasi, peran pengasuhan yang berubah, serta tekanan ekonomi dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran nilai-nilai religius dalam membangun ketahanan keluarga PMI di Tulungagung pada era digital, serta bagaimana teknologi digital mendukung komunikasi dan praktik keagamaan keluarga PMI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana delapan keluarga PMI yang memiliki anggota keluarga bekerja di luar negeri diwawancarai secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius seperti kesabaran, tawakal, dan ibadah bersama menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan keluarga. Selain itu, teknologi digital, seperti aplikasi pesan instan dan video call, memainkan peran penting dalam menjaga hubungan emosional dan spiritual antara anggota keluarga yang terpisah. Meskipun teknologi modern membawa beberapa tantangan, seperti keterasingan dan individualisme, integrasi nilai-nilai religius dengan teknologi telah membantu keluarga PMI menjaga stabilitas emosional dan spiritual. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai religius tetap relevan dan mampu diadaptasi di era modern melalui penggunaan teknologi digital untuk menjaga ketahanan keluarga PMI.
Article Details
References
Aqsho, M. (2017). Keharmonisan dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap pengamalan agama. Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(1).
Aulia, R., Ridho, M., & Rapli, A. (2018). Ketahanan Keluarga: Tinjauan Kebersamaan Keluarga Menghadapi Tekanan Perekonomian Di Kota Jambi. Jurnal Khazanah Intelektual, 2(3), 333–340.
Cahyono, A. S. (2015). Evaluasi Permasalahan Sosial Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Daerah Asal Kabupaten Tulungagung. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 8(1), 26–37.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Galvagni, L. (2020). A digital spirituality for digital humans? In Religion in the Age of Digitalization (pp. 144–154). Routledge.
Halifatun, F., Nurati, D. E., & Hastuti, N. H. (2020). Pola Komunikasi Antarpribadi Keluarga TKI Yang Bekerja Di Jepang (Studi Deskriptif Kualitatif Penggunaan Whatsapp Videocall Sebagai Sarana Komunikasi Keluarga TKI di Desa Jatirejo Sawit Boyolali). Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 4(1).
Haryanto, J. T. (2013). Usaha Membangun Keluarga Sakinah oleh Perempuan Kepala Keluarga di Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi. Harmoni, 12(2), 43–58.
Hisyam, M. R., Suyanto, S., Sadzili, M., Arifin, Z., & Rahman, A. S. (2019). Peran Anggota Keluarga Berketahanan Dalam Perspektif Quran. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 9(2), 171–186.
Irmawan, J. (2014). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Relasi Suami Istri Pada Keluarga Tenaga Kerja Wanita (Tkw)(Studi Kasus Di Desa Gubugsari Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal) Tahun 2014.
Lahikainen, A. R., Mälkiä, T., & Repo, K. (2017). Introduction: media and family interaction. In Media, Family Interaction and the Digitalization of Childhood (pp. 1–4). Edward Elgar Publishing.
Lubis, S. (2018). Hubungan Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 237–258.
McCubbin, H. I., Dahl, B. B., Lester, G. R., Benson, D., & Robertson, M. L. (1976). Coping repertoires of families adapting to prolonged war-induced separations. Journal of Marriage and the Family, 461–471.
Pailla, S., & Louis, G. (2018). Collective Individualism: An Inclusive Framework For Communication Systems. Proceedings of the International Annual Conference of the American Society for Engineering Management., 1–9.
Saefullah, L., Giyarsih, S., & Setiyawati, D. (2018). Pengaruh dukungan sosial terhadap ketahanan keluarga tenaga kerja Indonesia. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol, 2(2).
Sariroh, S. T., & Ali, M. (2022). Moralitas Religius Sebagai Kerangka Dasar Membentuk Rumah Tangga Sakinah: Religious Morality as The Basic Framework for The Sakinah Household. AL-AQWAL: Jurnal Kajian Hukum Islam, 1(2), 97–115.
Smith, J. A., Larkin, M., & Flowers, P. (2021). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research.
Thariq, M. (2017). Membangun ketahanan keluarga dengan komunikasi interpersonal. JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study, 3(1), 34–44.
Ulfiah, U. (2021). Konseling keluarga untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 69–86.
Wahyuningsih, S., & Tasaufi, M. N. F. (2021). The Dynamics of Marriage Commitment to a Husband whose Wife Becomes TKW in Indramayu Regency. Proceding of Inter-Islamic University Conference on Psychology, 1(1).
Wilding, R. (2006). ‘Virtual’intimacies? Families communicating across transnational contexts. Global Networks, 6(2), 125–142.
Wuryani, E., Wardani, K. W., & Mediatati, N. (2020). Pemberdayaan Keluarga Berbasis Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 3(1).
Zahro, E. B., Mardiani, D., Aulia, H., & Khodijah, U. S. (2021). Pengaruh religiusitas dan dukungan sosial terhadap resiliensi keluarga terdampak covid-19. Unusia Conference, 1(1), 275–292.
Most read articles by the same author(s)
- Muhamad Khoiri Ridlwan, Evi Fitriana, TIKTOK SEBAGAI RUANG ADVOKASI EMOSIONAL: STUDI NETNOGRAFI TERHADAP KETIMPANGAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA , JURNAL SOCIOPOLITICO: Vol 7 No 2 (2025): JURNAL SOCIOPOLITICO