JEJAK NANSARUNAI DAN TANTANGAN GLOBALISASI

Main Article Content

Effrata Effrata Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia

Abstract

Nansarunai disebut dalam sebuah nyanyian (wadian) dari masyarakat asli, yaitu masyarakat dayak maanyan. Menurut Sutopo Ukip Bae, dkk. (2000: tanpa halaman) nansarunai yang terdiri dari masyarakat maanyan sudah mendiami DAS Barito jauh sebelum muncul kerajaan Dipa, sebagai hasil penaklukan Majapahit. Wilayah kekuasaan nansarunai diyakini berada diwilayah sekitar sungai tabalong.  Nansarunai adalah sebuah kerajaan yang makmur pada masanya, banyak pendapat dan temuan-temuan yang memperlihatkan hasil yang berbeda tentang nansarunai, akan tetapi suku dayak maanyan tetap percaya pada cerita turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang utus nansarunai. Oleh sebab itu tulisan ini akan membahas tentang bagaimana cara generasi dayak maanyan mempertahankan eksistensi dan sejarah nansarunai di tengah tantangan globalisasi.


Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriftif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan berupa angka. Metode penelitian deskriptif yaitu mengupayakan suatu penelitian dengan cara menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dari suatu peristiwa serta sifat-sifat dari individu dan keadaan masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Guba, metode penelitian  kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.


Orang-orang nansarunai zaman dahulu menyimpan sesuatu lewat bunyi dan gambar, sehingga yang sampai pada generasi-generasi selanjutnya adalah berupa perkataan dan pemahaman yang hanya dipahami oleh orang-orang dayak maanyan karna memang mereka telah diajarkan dari turun temurun. Sebagai contoh pada saat upacara-upacara yang mengunakan bahasa-bahasa yang hanya mereka yang paham. Semula semuanya didengarkan dihapalkan, baru kemudian dituliskan dalam bentuk aksara. Budaya nansarunai adalah tahap awal dari peradaban bunyi dan gambar, belum menuju aksara. Di tengah tantangan globalisasi cara menjaga eksistensi budaya nansarunai adalah dengan memperkaya pengetahuan tiap individu untuk mempelajari dan melestarikian budaya agar tidak punah.

Article Details